Aroma Perpisahan (Menyapih)
Bulan
depan Lestari berusia 2 tahun, usia yang ideal untuk menyapihnya dari ASI. Ada rasa
ngilu di hati saat akan menyapihnya. Seoalah aroma perpisahan tercium sangat
tajam. Apakah seperti itu wajar, aku tak pernah merasakan yang semacam ini
sebelumnya karena Lestari yang pertama. Mungkin bagi sebagian orang hal
tersebut terdengar konyol. Namun bagiku ini perasaan yang sangat manusiawi. Ini
tentang resah berpisah, dari moment yang telah terjalin dengan sejuta rasa
dan kenangan.
Memcium
aroma perpisahan membuatku engan untuk melepasnya. Namun aku harus sadar, bahwa
ini adalah sebuah siklus yang harus dijalani. Ritme baru dalam hubungan kita
yang akan lebih penuh warna. Memang tak mudah rasanya bagiku, melihat perlahan-lahan
peranku berubah fungsi dan kadarnya. Kau yang awalnya nyaris seratus persen bergantung
sepenuhnya kepadaku, seiring berjalannya waktu akan dapat bertangung jawab atas
dirimu sendiri.
Aroma
perpisahan sudah tercium malam ini, ketika tangisanmu akan menyayat hatiku kala
proses menyapih sudah kita sepakati. Dan aku harus tertahan mendengarnya tanpa
memberi ASI untukmu. Kita harus sadar bahwa selain aroma akan ada rasa yang
akan kita nikmati dan itu sudah terbayangkan olehku. Kala kita akan memasuki
dan beradaptasi dengan siklus baru. Kau tidak lagi minum ASI dan aku tak lagi
memberimu ASI. Ini terasa sulit bagiku, akan tetapi bukankah cinta orang tua adalah cinta
yang melepaskan. Selamat bertumbuh Lestari, selamat menikmati aroma perpisahan.
#30DWCJILID11
#Squad5
#Day19

Tidak ada komentar: